Selasa, 23 September 2014

Sebelum Fajar Menyapa.

Sebelum fajar menyapa ada yang lebih dulu menyapaku. Ada yang lebih lama menemaniku. Malam beserta kawannya. Ya, malam dengan jutaan bintang dan satu rembulan. Bukankah Indah? Langit hitam gelap tak lagi sepolos kertas kusam. Aku menyukainya. Tak ada yang tau mengapa dan karena apa. Karena yang aku tau dengan memandang langit ditengah kegelapan sudah menjadi sebagian nafasku. Sebagian nafasku ada diatas sana, dibawa oleh setiap gugusan bintang yg gemerlap. Dibawanya mendekat pada rembulan yg cantik :) Dan secara singkat, ketika fajar datang untuk menyapa. Aku tersentak, karena aku telah kehilangan separuh nafasku yg telah aku titipkan kepada sang bintang. Dia tak akan pernah pulang kembali, karena fajar telah merenggut semua. Semua malam indah, semua kawanan pembawa bahagia. Dan saat fajar selalu menyapa, aku membalas dengan senyuman penuh sesak. "Kembalikan separuh nafas yg telah kau renggut. Bahagiakan aku seperti dulu (lagi) :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar